Panduan Docker untuk Web Developer Pemula [Edisi 2026]

By RuangDev 17 Jan 2026, 16:25:10 WIB Tutorial
Panduan Docker untuk Web Developer Pemula [Edisi 2026]

Keterangan Gambar : tutorial docker pemula


Halo, sobat devs! Selamat datang kembali di ruangdev.

Pernahkah sobat devs mengalami masalah klasik: "kok di laptopku jalan, tapi di server error ya?" atau mungkin merasa ribet harus install berbagai versi database dan bahasa pemrograman untuk proyek yang berbeda? Jika iya, maka artikel ini adalah jawaban dari kegelisahanmu.

Hari ini, kita akan kenalan dengan sebuah teknologi super keren bernama Docker. Tenang saja, kita akan bahas semuanya dari nol, dengan bahasa yang santai dan mudah dimengerti. Yuk, kita mulai petualangan ini!

Baca Lainnya :

    Apa Itu Docker? Kenapa Harus Peduli?

    7 Perbedaan Docker Vs Virtual Machine, Mana yang Terbaik?

    Bayangkan sobat devs punya sebuah "kotak ajaib" atau kontainer. Di dalam kotak ini, kita bisa memasukkan semua yang dibutuhkan oleh aplikasi kita: kode aplikasi itu sendiri, library, database, dan semua pengaturannya.

    Nah, Docker adalah platform yang memungkinkan kita membuat, menjalankan, dan membagikan "kotak ajaib" (kontainer) ini.

    Keajaibannya adalah, kontainer ini akan berjalan dengan cara yang sama persis di mana pun ia berada, entah itu di laptop sobat devs, laptop teman, atau bahkan di server production. Masalah "di laptopku jalan, di server enggak" pun hilang seketika!

    Kenapa ini penting untuk web developer?

    • Lingkungan Development yang Konsisten: Semua tim developer bisa bekerja dengan lingkungan yang 100% identik.

    • Tidak Ada Lagi Konflik Versi: Butuh proyek dengan Node.js v18 dan proyek lain dengan Node.js v20? Dengan Docker, ini bukan masalah sama sekali.

    • Deployment Jadi Super Mudah: Cukup kirim "kotak" (kontainer) Anda ke server, dan aplikasi langsung berjalan tanpa perlu setup ulang yang rumit.

    • Isolasi Aplikasi: Aplikasi yang berjalan di dalam kontainer terisolasi, sehingga lebih aman dan tidak akan mengganggu aplikasi lain di sistem yang sama.

    Konsep Inti Docker yang Wajib Diketahui

    Sebelum kita masuk ke praktik, ada tiga istilah penting yang perlu kita pahami.

    Understand Dockerfile. Dockerfile is the basic concept for… | by Rocky Chen  | The Startup | Medium

    1. Image: Ini adalah "cetak biru" atau template untuk membuat kontainer kita. Image berisi sistem operasi mini, kode aplikasi, dan semua dependensi yang dibutuhkan. Image bersifat read-only (tidak bisa diubah).

    2. Container: Ini adalah "instansi" atau hasil nyata yang berjalan dari sebuah Image. Kalau Image adalah resep kue, maka Container adalah kue yang sudah jadi dan siap dimakan. Kita bisa membuat banyak Container dari satu Image yang sama.

    3. Dockerfile: Ini adalah sebuah file teks sederhana yang berisi serangkaian instruksi untuk membuat sebuah Image. Kita menulis langkah-langkah seperti "ambil Node.js", "salin kode aplikasi", dan "jalankan perintah npm install" di dalam file ini.

    Gampangnya: Kita menulis Dockerfile untuk membuat Image, lalu kita menjalankan Image tersebut untuk menciptakan Container.

    Tutorial: Dockerize Aplikasi Web Sederhana

    Oke, cukup teorinya, saatnya kita praktik! Kita akan mencoba membuat aplikasi web "Hello World" dengan Node.js dan Express, lalu membungkusnya dengan Docker.

    Langkah 1: Siapkan Aplikasi Node.js

    Pertama, buat sebuah folder baru bernama proyek-docker-pertama. Di dalamnya, buat dua file:

    1. package.json

      {
        "name": "docker-pertama",
        "version": "1.0.0",
        "main": "index.js",
        "scripts": {
          "start": "node index.js"
        },
        "dependencies": {
          "express": "^4.19.2"
        }
      }
      
    2. index.js

      const express = require('express');
      const app = express();
      const PORT = 3000;
      
      app.get('/', (req, res) => {
        res.send('Halo sobat Devs dari DOCKER');
      });
      
      app.listen(PORT, () => {
        console.log(`Aplikasi berjalan di http://localhost:${PORT}`);
      });
      

    Setelah itu, buka terminal di folder tersebut dan jalankan npm install untuk meng-install Express.

    Langkah 2: Membuat Dockerfile

    Sekarang, di folder yang sama, buat sebuah file baru bernama Dockerfile (tanpa ekstensi).

    dockerfile
    # 1. Pilih base image yang akan digunakan
    FROM node:20-alpine
    
    # 2. Tentukan direktori kerja di dalam container
    WORKDIR /app
    
    # 3. Salin package.json dan package-lock.json
    COPY package*.json ./
    
    # 4. Install semua dependensi
    RUN npm install
    
    # 5. Salin semua file kode aplikasi
    COPY . .
    
    # 6. Buka port 3000 agar bisa diakses dari luar container
    EXPOSE 3000
    
    # 7. Perintah untuk menjalankan aplikasi saat container dimulai
    CMD ["npm", "start"]
    

    Setiap baris sudah saya beri komentar untuk menjelaskan fungsinya. Cukup jelas, kan?

    Langkah 3: Build Image dan Jalankan Container

    Pastikan Docker Desktop sudah ter-install dan berjalan di laptop sobat devs. Buka terminal di folder proyek, lalu jalankan dua perintah ini:

    1. Build Image: Perintah ini akan membaca Dockerfile dan membuat sebuah image bernama ruangdev-app.

      bash
      docker build -t ruangdev-app .
      

      Jangan lupa ada titik . di akhir perintah ya!

    2. Jalankan Container: Setelah image berhasil dibuat, kita akan menjalankannya.

      bash
      docker run -p 3000:3000 ruangdev-app

      Perintah -p 3000:3000 artinya kita memetakan port 3000 di laptop kita ke port 3000 di dalam container.

    Langkah 4: Lihat Hasilnya!

    Sekarang, buka browser favoritmu dan kunjungi http://localhost:3000.

    Voila! Aplikasi Node.js kita sekarang sudah berjalan di dalam sebuah kontainer Docker. Keren, kan? Untuk menghentikan container, kembali ke terminal dan tekan Ctrl + C.

    Penutup

    Selamat, sobat devs! Hari ini kita sudah belajar konsep dasar Docker dan bahkan sudah berhasil menjalankan aplikasi web pertama kita di dalam sebuah kontainer.

    Ini baru permulaan. Docker punya banyak sekali fitur canggih lain seperti Docker Compose untuk menjalankan banyak kontainer sekaligus (misalnya, aplikasi + database) yang akan kita bahas di artikel selanjutnya.

    Punya pertanyaan atau masih bingung? Jangan ragu untuk tinggalkan komentar di bawah. Mari kita diskusi bersama di ruangdev


    Komentar

    Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

    1. ara 17 Jan 2026, 18:58:11 WIB

      Nice info

      xSkEbQLbSWxJcuyaXsReIhg 20 Jan 2026, 15:34:18 WIB

      kEJtdhCPilNhjXnHjyyGfxuQ

    View all comments

    Write a comment

    Loading....


    Kanan - Iklan Sidebar

    Temukan juga kami di

    Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

    Berita Utama