SIANG DAN MALAM

SIANG DAN MALAM

Cosmos, benua yang terbagi dari 2 wilayah kerajaan Helitoria dan Lunas

ell, dua wilayah kerajaan yang memiliki perbedaan yang sangat kontras. Helitoria negara yang memiliki hampir segala kekayaan alam di tanah suburnya, matahari bersinar sepanjang tahun dan malam hanya datang satu kali dalam setahun dimana pada saat itu setiap tahunnya diadakan pertemuan antara raja Helitoria, Illyakos dan raja Selin yang merupakan raja dari kerajaan Lunasell.


            Pertemuan tersebut adalah kesepakatan dari kedua raja tersebut untuk membagi hasil alam yang dihasilkan oleh Helitoria dikarenakan Lunasell adalah kerajaan yang tidak pernah merasakan hangatnya sinar matahari yang berimbas pada keadaan alamnya yang abnormal sehingga tidak ada tumbuhan atau hewan yang bisa tumbuh dan berkembang biak  di Lunasell. karena kebaikan hati raja Illyakos dan untuk menciptakan kedamaian maka hasil dari kesepakatan di masa lampau memutuskan Helitoria memberikan 50 persen kekayaan alamnya untuk diberikan kepada Lunasell.

            Di saat yang bersamaan ketika pertemuan dilakukan, lahirlah putra mahkota dari Illyakos dan Selin secara bersamaan. Putra dari Illyakos diberi nama pangeran Imeras dan putra dari Selin diberi nama pangeran Nucta.

            17 tahun waktu berlalu dan Raja Illyakos menurunkan tahtanya kepada putra mahkota pangeran Imeras beberapa saat sebelum pertemuan rutin antara Helitoria dan Lunasell. Pada saat pertemuan dilaksanakan berita duka datang dari Lunasell yang menyampaikan bahwa raja Selin telah wafat beberapa minggu sebelum pertemuan yang menjadikan putra mahkota Lunasell, Nucta langsung di berikan gelar raja Lunasell dan mempimpin kerajaan setelah ditinggal oleh mendiang raja Selin.

            Pertemuan pun berlanjut, seketika Nucta mengatakan hal yang mengejutkan Imeras dan semua yag hadir di pertemuan 2 kerajaan tersebut. “Sebagai penerus tahta Lunasell yang baru, aku menginginkan 70 persen dari hasil alam Helitoria dengan cara apapun.” Ujarnya. Kemudian atmosfir pertemuan yang sudah dilakukan puluhan tahun secara damai tersebut mejadi memanas, emosi dari para pegawal Imeras pun tersulut dan hampir terjadi kekerasan didalam pertemuan tersebut, namun ditahan oleh Imeras dengan perkataan dan sifat lembutnya “mari kita selesaikan perundingan ini dengan damai seperti para pendahulu kita”, seketika para pengawal Imeras merasa tenang setelah Imeras berucap demikian.

            Dengan kecerdasan diatas rata-rata yang dimiliki Imeras ia pun seketika mencari jalan keluar dan setelah Imeras berfikir panjang, ia tetap tidak bisa menyetujui permintaan Nucta dikarenakan setelah membagi setengah hasil alam Helitoria kepada Lunasell, itu hanya cukup untuk kehidupan rakyatnya selama satu tahun berjalan. Kemudian Imeras dengan tenang berkata “wahai Nucta sahabatku, untuk sekarang Helitoria tidak bisa memberikan hasil alam lebih dari yang biasa kami berikan dikarenakan pertumbuhan penduduk Helitoria semakin bertambah sampai saat ini, hasil 50 persen pun hanya cukup untuk kami selama satu tahun. Maafkan kami”. Nucta pun hanya terdiam dengan mengerutkan dahi dan memasang raut muka marah nya.

Pagi menjelang, matahari di perbatasan sebentar lagi menunjukkan cahaya nya dan menandakan bahwa pertemuan kerajaan harus selesai. Sebelum mereka kembali ke kerajaan masing-masing, Imeras menjabat tangan Nucta sebagai tanda persahabatan. Sambil berjabat tangan Nucta berbisik dan mengucapkan sesuatu ke telinga Imeras yang membuat mata Imeras terbelalak dan membuatnya terdiam, “Imeras sahabatku, mungkin dalam pertemuan ini kau masih belum memberi apa yang kerajaanku inginkan. Tetapi ingatlah kata-kata ku ini, aku akan menguasai Helitoria dengan cara APAPUN”. Imeras pun meninggalkan perbatasan dengan penuh kekhawatiran. Berbeda dengan Nucta yang meninggalkan perbatasan dengan senyum liciknya.

            Sesampainya Imeras di istana, ia ingin memberi tahu ayahnya soal Nucta yang sama sekali berbeda dari mendiang raja Selin yang sering diceritakan Illyakos sebagai raja yang lembut dan bijaksana. Namun, ayah dan ibunya tidak ada didalam kamarnya maupun di lingkungan istana dan tak ada seorang pengawal dan penjaga pun yang mengetahui dimana keberadaan mereka. Setelah kembali ke kamar orangtuanya Imeras menemukan sepucuk surat dengan lambang Lunasell di amplopnya. Dengan tangan gemetar dan perasaan khawatirnya Imeras membaca surat tersebut. “Imeras sahabatku, aku telah memberikan perintah kepada 5 panglima terhebat kerajaanku untuk menculik orangtuamu dan membawa mereka ke istanaku saat kita melakukan pertemuan di perbatasan. Datanglah ke tempatku untuk melaukan perundingan tanpa membawa pengawal seorangpun. Dari sahabatmu, Nucta”.

            Imeras pun bersiap untuk menjemput orangtuanya di Lunasell tanpa memberi tahu seorangpun pengawal kerajaan agar tidak ada yang menyusulnya. Satu hal yang tidak ia ketahui adalah, Nucta menjebaknya dan bertujuan menghabisi Imeras di Istana Lunasell, dan kemudian Imeras menyelinap keluar istana dan memulai petualangan nya.

Siang dan Malam #1 : Dawn

            Pukul 3.15, langit gelap yang hanya terjadi setahun sekali di Helitoria berbeda dari biasanya, terlebih yang dirasakan Imeras. Udara dingin, atmosfir yang tenang, suara binatang malam yang telah terbangun dari hibernasi, malam menjelang pagi yang hanya dirasakan satu tahun sekali ini berubah menjadi suasana yang merasuki pikiran Imeras dengan kecemasan. Imeras bukan merupakan pemuda yang pemberani, rasa takut terkadang masih hadir di sela-sela kecemasannya terhadap kerajaan dan orangtua nya.

Advertisement
loading...

            Dengan langkah penuh keraguan, Imeras berjalan melewati kota tempat penduduk Helitoria tinggal dan merasakan kedamaian disana, para penduduk tidak mengetahui bahwa mantan raja telah diculik oleh Nucta. Imeras pun tiba di gerbang terluar wilayah Helitoria, ketika Imeras menginjakkan kakinya di hutan perbatasan, sayup terdengar suara lembut yang memanggil namanya. “Imeras putra Illyakos, temui aku”, suara samar itu terdengar berkali-kali. Dengan rasa penasaran dan sedikit ketakutan ia pun menghampir sumber suara tersebut, suara yang memanggil namanya tersebut terdengar semakin jelas ketika Imeras mendekat ke arah sungai di dalam hutan tersebut.

            Suara tersebut semakin jelas terdengar namun tidak ada siapapun di tempat itu, dengan rasa ketakutan Imeras membalik badannya dan hendak berlari kearah sebelumnya. Tak berapa lama setelah Imeras berbalik badan dan hendak berlari, tiba-tiba ia melihat cahaya terang yang muncul dari kegelapan malam tepat di hadapannya. Imeras terkejut dan terjatuh sambil menutup matanya karena ketakutan, kemudian suara panggilan yang sama terdengar sangat jelas “Imeras putra Illyakos, kau sudah menemuiku”, dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat sosok wanita bersayap dan bercahaya. “Siapa kau ? darimana kau tahu namaku ? dan kenapa wujud mu tak seperti manusia biasa?” Tanya Imeras, sosok tersebut pun menjawab “Aku adalah dewi Demeter, pelindung kerajaan Helitoria”. “Dewi? Demeter?” jawab Imeras dengan penuh kebingungan.

            Dewi Demeter mendekati Imeras, sambil tersenyum ia berkata “Suatu hal yang wajar bila kau tak mengenalku, bahkan ayahmu Illyakos hanya percaya bahwa Demeter hanyalah mitologi semata karena tak ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku melindungi kerajaan ini”. “Apa kau bercanda? aku tak pernah mendengar nama dewi Demeter sebelumnya!” jawab Imeras dengan tidak percaya. Kemudian dewi Demeter menceritakan semua hal yang pada akhirnya membuat Imeras percaya, hal terakhir yang dikatakan dewi Demeter adalah alasan Nucta yang ingin menguasai Helitoria.

            Demeter berkata “Nucta menginginkan sesuatu yang dimiliki oleh Helitoria, sebuah Kristal yang membuat iklim dan cuaca di Helitoria stabil, kristal itu adalah kristal Helios”, “jadi itu tujuan Nucta? dan apa kau tahu dimana kristal Helios disimpan?” Tanya Imeras kepada Demeter. Kemudian Demeter mengatakan hal yang membuat Imeras terdiam, ia mengatakan bahwa kristal Helios tertanam di tubuhnya sejak ia lahir karena Imeras lahir dengan kondisi yang buruk dan tak ada kemungkinan hidup, satu satunya yang bisa menyelamatkan Imeras adalah kekuatan sihir dari kristal Helios dan pada akhirnya ayahnya, Illyakos menanam Kristal Helios beserta kekuatan sihirnya kedalam tubuh Imeras.

            “Aku harus menghilang sebelum matahari terbit, dan sebelum itu ada yang ingin kuberitahu padamu. yang harus kau kalahkan bukanlah Nucta, melainkan Tartaros. Tak perlu khawatir, kekuatan Helios ada bersamamu…”, kemudian Demeter meghilang dengan muncul nya matahari dari langit timur. Selama perjalanan menuju gerbang perbatasan Lunasell ada 2 hal yang dirasakan Imeras yaitu, keberanian nya yang semakin bertumbuh setelah pertemuannya dengan dewi Demeter dan hal yang membuatnya bertanya tanya siapa sebenarnya Tartaros. Semakin ia berjalan langit semakin berubah seperti langit senja yang menandakan ia hampir sampai di gerbang perbatasan Lunasell.

            Sebelum benar-benar sampai di gerbang, Imeras melihat dari kejauhan ada sesosok pria yang berdiri tepat didepan gerbang, langkahnya sempat berhenti sejenak saat itu. Dengan sedikit keraguan ia menghampiri gerbang tersebut dan disambut sesosok pria yang ia lihat tadi dengan senyum menakutkan seolah telah menunggu kedatangan Imeras dan ingin menghabisinya.

Donasi BCA : 5415222766
PayPal : muhamadzulvikar0@gmail.com
Bitcoin : 3HXvMyMTNU2mnARJp2XfAQWJvR9vsS8rBy

Post Author: ti.zulvikar@gmail.com

1 thought on “SIANG DAN MALAM

    Feby

    (April 29, 2020 - 1:02 pm)

    Lumayan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *