Dunia Petuwalang Isekai Vol.1

Dunia Petuwalang Isekai Vol.1

Saat tersadar aku sudah terbaring di padang rumput hijau yang sangat luas, perasaan aneh menyelimutiku saat melihat sekeliling dan ku lihat tubuhku ternyata aku masih menggunakan pakaian kerjaku.

Perlahan aku paksa untuk mengigat apa yang telah terjadi, perlahan meski samar-samar mulai mengigat siapa diri ku apa yang menimpah diriku sampai aku di sini.

Nama ku Yota umurku 25 tahun, bekerja di perusahaan pembuatan Games terbesar, aku bekerja dibagian Clining Service, yaaa aku bukanlah orang yang wow aku hanya orang biyasa dari kalangan biyasa yang derajatnya sangat sangat dibawah .

Aku hidup seperti tinggal di sebuah pulau yang besar tapi hanya aku seorang yang tinggal, tadak dianggap tidak di akui, Kehidupan sehari hari diluar kantor hanya sebagai pecundang, satu orang teman pun tidak punya, selalu bepikir ingin menghilang dari dunia ini.

Malam Itu aku lembur kerja terpaksa karna seniorku meninggalkan pekerjaannya, sebenarnya seniorku sering seperti ini jadi aku yang harus menyelesaikan pekerjaannya. Malam ini ada satu pegawai yang belum pulang kayanya di lembur, mendengar sedikit pembicaraan karyawan katanya ada game yang mau di relish besok mengkin dia sedang menyelesaikannya, Pegawai ini kalo tidak salah seorang perogramer games.

Ruangan yang terahir di kerjakan ruangan pegawai yang sedang lembur itu, saat masuk kedalam ruanganynyata kosong mungkin dia sedang keluar, mulai memembersikan ruangan menyapu dan di teruskan mengelap meja kerja , saat di meja ada computer yang masih menyala munkin pegawai itu masih  bekerja.

Advertisement
loading...

 Perasaan aneh menyelimutiku saat melihat layar computer, badan terasa ketarik untuk mendekat saat melihat hanya ada tulisan Dunia petuwalang, aneh tangan ku begerak sendiri kucoba menahat tapi tidak bisa tangan semakin mendekati layar dan akhirnya menyentuh layar pas di tulisan Dunia Petuwalang, disaat itu aku tertarik kedalam layar computer.

Disinilah aku tersadar di padang rumput yang sangat luas.

Mencoba mencari arah atau jalan berharap menemukan jawaban untuk keanehan ini, samar samar terlihat sebuah jalan aku hampiri ternyata benar sebuah jalan yang panjang jalan yang begitu rapi, aku ikuti jalan lumayan jauh dari kajauhan aku lihat seperti ada kehidupan aku percepat jalan ku ternyata benar itu sebuah kota.

Kota yang cukup besar dengan pintu masuk yang sangat besar, banyak sekali orang berlalu lalang aneh saat aku mulai memasuki kota semua orang melihat ku dengan wajah yang aneh disaat itu juga aku baru sadar pakaian penduduk tidak biyasa pakaian mereka kebanyakan menggunakan pakaian seperti kesatria ada juga pakaian seperti penduduk desa, makin kuat dugaan ku ini bukan dunia ku.

Muhamad Zulvikar

Donasi BCA : 5415222766
PayPal : muhamadzulvikar0@gmail.com
Bitcoin : 3HXvMyMTNU2mnARJp2XfAQWJvR9vsS8rBy

Post Author: ti.zulvikar@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *